Scan dokumen cukup memakai kamera HP

Kamera dengan megapiksel tinggi belum tentu menghasilkan scan yang enak dibaca. Cahaya, posisi ponsel, dan pemeriksaan tiap halaman jauh lebih menentukan. Rapikan tumpukan kertas sebelum mulai supaya halaman tidak terlewat atau masuk dua kali.

Siapkan meja dan cahaya

Letakkan kertas di bidang datar dengan warna yang berbeda dari kertas. Lepas penjepit dan ratakan sudut yang terlipat. Manfaatkan cahaya dari dua sisi agar tangan tidak membuat bayangan. Matikan lampu kilat bila memunculkan pantulan, lalu bersihkan lensa ponsel dari sidik jari.

Posisikan kamera lurus

Pegang HP tepat di atas bagian tengah halaman. Tepi kanan dan kiri seharusnya terlihat sejajar, bukan menyempit ke salah satu ujung. Sisakan sedikit ruang di sekeliling kertas untuk proses crop. Gunakan tombol volume atau timer jika sentuhan pada layar membuat kamera bergerak.

Gunakan pemindai bawaan bila ada

iPhone dapat memindai melalui Notes atau Files, sedangkan banyak ponsel lain memiliki fungsi serupa di kamera maupun aplikasi penyimpanan. Nama menu berbeda menurut perangkat. Ambil satu halaman, sesuaikan keempat sudut, terima hasilnya, lalu lanjutkan sampai semua halaman masuk.

Jika memakai foto biasa

Buka setiap foto pada ukuran penuh dan buang yang buram. Putar gambar sebelum disusun. Masukkan pilihan ke alat Gambar ke PDF, lalu cocokkan urutan memakai nomor halaman atau judul di bagian atas. Jangan hanya mengandalkan urutan nama file karena kamera dapat mencampurnya setelah pemotretan ulang.

Periksa tulisan kecil dan stempel

Perbesar angka terkecil, catatan kaki, dan stempel yang warnanya paling pucat. Jika garis tipis hilang, ambil ulang dengan cahaya lebih baik daripada menambah ketajaman secara berlebihan. Mode hitam putih cocok untuk teks bersih, tetapi pertahankan warna bila warna tinta memiliki arti.

Mengurangi ukuran dengan aman

Foto resolusi penuh dapat membuat PDF terlalu besar untuk email atau portal. Pastikan dokumen lengkap terlebih dahulu, baru lakukan kompresi ringan. Buka hasil kompresi di layar HP dan periksa halaman tersulit. Jika teks mulai bergerigi, kembali ke berkas sebelumnya dan gunakan setelan yang lebih lembut.

Cek sebelum mengirim

Beri nama yang mudah dikenali dan baca PDF dari awal sampai akhir. Pastikan tidak ada jari, benda di meja, atau informasi lain yang ikut terpotret. Kirim dokumen identitas hanya melalui saluran tepercaya. Simpan salinan lokal sampai instansi mengonfirmasi bahwa berkas dapat dibuka.

Kerjakan langkahnya langsung dengan Gambar ke PDF.